Profil

  1. Latar Belakang

MAN 2 Kota Malang sebagai salah satu rujukan tempat menuntut ilmu para peserta didik dari berbagai daerah di seluruh Indonesia semakin diminati oleh masyarakat. Hal ini terbukti dengan meningkatnya jumlah orang tua yang mendaftarkan putra-putrinya ke MAN 2 Kota Malang dari tahun ke tahun. Sebagai madrasah yang sebagian besar peserta didiknya berasal dari luar daerah, MAN 2 Kota Malang dituntut untuk menyediakan tempat tinggal bagi mereka. Setelah tempat tinggal tersedia, pekerjaan yang lebih besar dan menuntut tanggung jawab yang lebih berat adalah bagaimana mendesain pola pembinaan untuk para penghuninya. Mengacu pada fenomena yang terjadi di lingkungan pendidikan, hanya ada dua alternatif pola pembinaan, yaitu; pola pembinaan asrama dan  pola pembinaan ma’had (pesantren).

Jika memilih pola pembinaan asrama, secara garis besar pihak madrasah hanya bertanggung jawab menyediakan tempat tinggal yang layak, makan dan minum yang cukup, serta pengawalan akademik dan ibadah yang intens. Sedangkan jika memilih pola pendidikan ma’had, maka disamping harus menyediakan tiga unsur di atas, pihak sekolah juga harus mendesain kurikulum ma’had yang berbasis pesantren.

Ditinjau dari posisinya, Ma’had Al Qalam memiliki posisi yang sangat strategis untuk mencapai visi dan misi MAN 2 Kota Malang. Di samping itu Ma’had Al Qalam memiliki cakupan yang sangat luas sehingga membutuhkan pengelolaan yang sistematis dan profesional. Ma’had merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan santri di madrasah, hanya dalam pengaturan ma’had mempunyai alur (regulasi) tersendiri.

Tekad MAN 2 Kota Malang untuk menjadi etalase madrasah Indonesia telah memberikan energi positif sekaligus tantangan bagi Ma’had Al Qalam. Energi positif yang dimaksud adalah output yang dihasilkan menjadi semakin kompetitif dan selektif, sedangkan tantangannya berupa input santri yang heterogen tentunya harus mendapatkan penanganan dan manajemen yang tepat dari para pengurus ma’had. Karena niat yang kuat tidak cukup jika tidak disertai komitmen dan konsistensi yang kuat dari para pengelola ma’had ini, terutama para ustadz, karyawan dan semua civitas institusi yang berhadapan langsung dengan santri dan orang tua.

Berdasarkan informasi diatas, maka perlu dibuat kodifikasi tentang sistem ke-ma’had-an yang mencakup; Landasan filosofis, nilai-nilai dasar, visi dan misi, struktur organisasi, tupoksi pengurus, tata tertib, kegiatan santri di ma’had dan lain-lain.

2. Landasan Filosofis Ma’had Al Qalam

Pendirian Ma’had Al Qalam dilandaskan pada Al Qur’an dan As Sunnah sebagai berikut:

Firman Allah Ta’ala.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإِنْسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُوْنِ

            “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku” (Q.S. Adz-Dzariyat: 56).

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلائِكَةِ إِنِّيْ جَاعِلٌ فِي الأَرْضِ خَلِيْفَةً

          “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: “Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi” (Q.S. Al-Baqarah: 30).

Hadits Rasulullah SAW.

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص م: إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاَقِ

“Sesungguhnya saya diutus  untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak”

3. Nilai-Nilai Dasar Ma’had

Ma’had Al Qalam MAN 2 Kota Malang mempunyai nilai-nilai dasar yang harus dijadikan landasan oleh para Pembina Ma’had dalam setiap pengambilan keputusan dan penentuan kebijakan. Nilai-nilai dasar tersebut berupa:

  • Islami

Kehidupan santri didasari pada pembinaan akidah, syari’ah, dan akhlak.

  • Nasionalisme

Santri di Ma’had dibina untuk menghargai dan mentaati Ulil Amri dengan mematuhi Pancasila dan UUD 1945 (konstitusi negara yang berlaku), UU tentang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003. Peraturan perundang-undangan yang berlaku.

  • Ilmiah

Santri Ma’had Al Qalam harus mempunyai sifat ilmiah, yaitu cerdas, inovatif, dan kreatif. Dengan ketiga sifat tersebut, diharapkan setiap santri mampu berprestasi dalam bidang akademik maupun bidang non akademik, bermanfaat bagi diri dan orang lain.

  • Ma’hadi

Pancajiwa Ma’had

  • Keikhlasan
  • Kesederhanaan
  • Ukhuwah Islamiyah
  • Kemandirian
  • Hurriyyah (Kebebasan Berkreatifitas)

Tradisi ma’had yang positif dan konstruktif

  • Patriotisme

Santri harus memiliki prinsip ijtihad dan mujahadah, pengabdian dan pengorbanan, serta kredibilitas yang tinggi.\

4. Visi

Berdasarkan pada filosofis dan nilai-nilai dasar, maka dirumuskan visi Ma’had Al Qalam sebagai berikut:

“Mewujudkan Ma’had Al Qalam sebagai lembaga pendidikan yang melahirkan generasi alim, abid, dan hanif.”

Visi ini bisa dijelaskan sebagai berikut.

  1. Alim dimaknai dengan memiliki kompetensi keilmuan yang tinggi terutama di bidang ilmu agama. Karena hanya orang ‘alim-lah yang takut kepada Allah SWT, sebagaimana firman-Nya:

إِنَّمَا يَخْشَى اللهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ

Sesungguhnya yang takut kepada Allah adalah ulama’

Kompetensi keilmuan juga syarat mutlak untuk mengemban amanah Allah sebagai khalifatullah di muka bumi ini.

  • Abid merupakan implementasi dari ‘alim, artinya ketika seorang santri telah memiliki kompetensi keilmuan yang memadai, maka ia bertanggung jawab untuk mengamalkannya

Disamping itu, tujuan utama Allah menciptakan manusia adalah untuk beribadah kepada-Nya, sebagaimana firman-Nya:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإِنْسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُوْنِ

 “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku” (Q.S. Adz-Dzariyat: 56).

  • Hanif  identik dengan karakter yang lurus atau aqidah dan akhlak yang shalih. Setelah santri dibekali dengan ilmu agama yang memadai dan dibimbing untuk mempraktikkan ilmunya, selanjutnya ia dituntut untuk melakukannya secara istiqomah (berkelanjutan/berkesinambungan). Dari sifat istiqomah tersebut akan lahir sifat hanif.

5. Misi

Untuk mencapai visi tersebut, maka disusunlah misi sebagai berikut:

  1. Menyelenggarakan  pendidikan yang berorientasi pada tafaqquh fie al dien.Menanamkan akhlak yang terpuji melalui kegiatan dan pembiasaan.Membimbing santri beribadah kepada Allah SWT secara baik dan benar.Mengarahkan santri bermu’amalah sesuai dengan syari’at Allah SWT.Membina santri hidup mandiri dan islami.Menciptakan lingkungan yang islami.Melatih santri menguasai keterampilan berbahasa asing.Membimbing santri meningkatkan prestasi belajar.

6. Target

Terbentuknya kepribadian santri yang Islami (Syakhshiyah Islamiyah), memiliki landasan akidah yang kuat, istiqamah dalam beribadah, ber-akhlaqul karimah, dan mampu berkomunikasi dalam bahasa internasional (Arab dan Inggris), dengan indikator-indikator sebagai berikut:

Santri memiliki pemahaman aqidah islamiyah yang benar dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Santri memiliki pemahaman tentang Al Qur’an dan Al Hadits serta mampu  bersikap dan berperilaku sesuai ajaran Al Qur’an dan Al Hadits.

Santri memiliki pemahaman yang  benar tentang  ibadah dan mu’amalah serta mampu mempraktekkannya  dalam kehidupan sehari-hari.

Santri memiliki keterampilan berbahasa asing secara aktif.

Santri memiliki pengalaman yang integratif dalam sistem pengajaran dan pembinaan kehidupan sosial keagamaan.

Terciptanya lingkungan dan budaya yang Islami (albi’ah wa al tsaqafah al islamiyah) dengan indikator sebagai berikut:

Tercipta lingkungan ma’had yang sehat, asri dan kondusif.

Tercipta kehidupan santri yang teratur dan disiplin.

Tercipta pola hubungan santri yang damai, saling menghargai, dan toleransi yang didasari oleh ukhuwah islamiyah.